Miris Menyergap
Mungkin tulisan ini bentuk rasa iri Ak. Ato skedar pelampiasan karna rasa lelah dan stress yang memuncak. Ato — walo hampir mustahil — sbagai bentuk rasa kpedulian Ak… Apa pun itu„ Ak cuman pengen nulis.
Kegiatan perkuliahan di FEB UGM diliburkan sampe tggl 13 November due to this volcano disaster.. Sebenernya bukan libur yg patut dirayakan dan dijalani dengan penuh tawa canda. Helooo„ kondisi Yogya lagi carut marut kayak gini..
Baca tweet anak-anak yg pada pulang ke rumah masing-masing kadang bikin Ak ngrasa miris.. Semua sibuk berjalan-jalan dan bersenang-senang. Bandingkan dengan kondisi di mana betapa teman-teman yg tersisa di Yogyakarta mencurahkan tenaga, waktu, dan pikiran mereka untuk Posko tanggap bencana. Sungguh kontradiktif.
Mungkin Ak cuman iri. Mungkin klo Ak skarang yg berada di posisi temen-temen di luar kota„ Ak juga bakal nglakuin hal yg sama. Mungkin bakal lebih cuek dan gag peduli dengan keadaan Yogya. Mungkin..
Kenyataannya Ak tetep di sini„ di Yogyakarta„ tanah kelahiran Ak.. Apa yg Ak lakuin di sini juga bukan hal besar yg patut untuk dibanggakan..
Tapi Ak memohon (ya„ memohon) bentuk konkret rasa kepedulian kalian semua, kawan. Kalo bantuan fisik memang tidak memungkinkan, bolehlah bantuan berupa uang ditransfer.. Haha. Frontal memang.. Ato kalo kondisi keuangan gag memungkinkan„ bolehlah bantu kami mencari donatur lain yg mau menyumbangkan sedikit rezekinya.. Tolong kirim ke no rek 1140005688729 a.n. Ahmad Syah Putra Utama.. Kami akan menyalurkan bantuan tersebut ke pos-pos yg membutuhkan di Muntilan dan Magelang..
Last but not least„ keep praying for Indonesia, guys… Terimakasih.
May God bless us. Amen.
With love from Yogyakarta.